Senin, 23 April 2018

Camp And Teaching; Membumikan Literasi di sudut Kota


“Tapi, bagiku satu hal yang pasti adalah,
 jika hal itu telah kau namai “Perjalanan”,
maka yang harus kamu lakukan adalah berjalan
 dan terus berjalan hingga kau sampai pada tujuan”.

Pukul 05.00 Pagi, Alarm berdering dengan begitu nyaring hingga membangunkanku dari lelapnya tidur panjang semalam.  Lelap yang bersumber dari Rasa lelah yang menyerang cukup kuat setelah kembali melakukan perjalanan. Selamat Pagi Kamarku, Selamat Pagi Mamaku, Selamat Pagi Cintaku.

Pagi ini, sambil mendengarkan alunan lagu milik fourtwnty, Salah satu band yang lagunya banyak mengisi playlist di Mp3ku, kembali kurenungkan perjalanan selama dua hari yang telah kulakukan bersama teman-teman di salah satu tempat terpencil di kotaku. Perjalanan ini dimulai dari diskusi panjang bersama teman-teman Komunitas Perempuan Peduli (KPP) Mamuju dan dan teman-teman darii Perhimpunan Mahasiswa Tapalang (PERMATA), yang akhirnya kami membuat keputuskan untuk berkunjung ke SD Tasipa yang lokasinya berada  di Dusun Tasipa, Desa Rantedoda, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju.

Baligho Kegiatan

Kunjungan Kami kali ini akan mengadakan kegiatan “Camp and Teaching” Sekaligus merayakan Hari Kartini yang setiap tahun pada tanggal 21 April Indonesia memperingatinya. Tujuannya sederhana, kembali menemui seonggok problematika dalam dunia pedidikan dan mulai merawat kegiatan literasi yang menjadi langkah awal untuk kami tawarkan di tengah keterbatasan yang ada.

SD Tasipa’ merupakan sekolah dengan jumlah guru yang seadanya dan jumlah keseluruhan siswanya kurang dari 25 orang.  Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa bisa menginjakkan kaki di sana, tempat yang setiap harinya menghadirkan anak-anak dengan beragam cita-cita dan percaya untuk menggapainya dimulai dari ia bersekolah, juga sang guru dengan jiwa pendidik yang membara di dalam dirinya.

Perjalan menuju Dusun Tasipa

Untuk sampai di sana bukanlah hal yang mudah tapi bukan juga sesuatu yang mustahil. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 3 jam dengan kondisi yang memprihatinkan membuat aku dan teman-teman merasa tertantang. Menyebrangi sungai kecil, mendaki dan menuruni jalan yang becek dan licin, merasakan terik matahari menusuk ubun-ubun hingga sentuhan air hujan yang membahasahi seluruh tubuh. Tapi, bagiku satu hal yang pasti adalah, jika hal itu telah kau namai “Perjalanan”, maka yang harus kamu lakukan adalah berjalan dan terus berjalan hingga kau sampai pada tujuan.
***

seberapun kuatnya perasaanmu,
jangan sampai mengalahkan logikamu.
-          @peyemp

Pukul 14.00 WITA, Kami telah sampai di lokasi, tepatnya Dusun Tasipa. Hujan yang telah redah kembali turun menyambut kedatangan kami, suhu dingin dan lapar pun tak segan menyapa, mengisyaratkan  bahwa kami  harus segera berganti pakaian dan makan. Karena hujan yang tak kunjung redah, kami mengurungkan niat untuk membangun tenda dan memilih sekolah untuk menjadi tempat peristirahatan sementara. Aku dan beberapa teman-teman dengan sigap menyiapkan makanan sementara teman-teman yang lain menyiapkan segala perlengkapan selama kami di sana.

Setelah semuanya selesai (berganti pakain, makan), sembari menunggu redahnya hujan, kami terbagi dengan melakukan aktivitas masing-masing dan waktu itu aku memilih kembali meneruskan bacaan yang sempat tertunda. Sore yang begitu menarik, ditemani hujan, dikelilingi embun dan sebuah buku yang berjudul “Peyempuan”. Buku yang sengaja menampilkan berbagai karakter perempuan dan mencoba mengungkap sisi lain dari seorang perempuan. Ada pesan untuk kita di halaman 30, katanya, seberapun kuatnya perasaanmu, jangan sampai mengalahkan logikamu. That’s Right !!!

***

“Kak, nanti malam mauka menyanyi,
 kak saya mau membaca puisi,
 kak saya juga mau membaca puisi.
 Ucap mereka dengan penuh semangat”

Pukul 17.00 WITA tenda telah terpasang. Hujan redah menyisakan bau khas bumi, embun yang semakin pekat juga tak mau kalah dalam menampilkan keindahannya serta genangan air yang hadir di setiap ruang kelas. Adik-adik pun mulai berdatangan, membawa senyum keceriaan serta sebagiannya lagi masih terlihat bingung. Mungkin masih bertanya-tanya mengapa kami berada di sekolahnya.

Setelah berkumpul di depan sekolah, kami langsung melakukan perkenalan dan kemudian menjelaskan maksud kedatangan kami di sana. Selanjutnya kami membagi mereka menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok didampingi kakak-kakak. Tujuannya, agar memudahkan kakak-kakak dalam mengenali dan melihat minat serta bakatnya mereka yang kemudian di malam hari akan ditampilkan di hadapan semua siswa dan kakak-kakak.

Langit yang cerah perlahan-lahan mulai menghitam, tapi semangat adik-adik untuk menunjukkan kreatifitasnya tak kunjung pudar. Mereka begitu antusias untuk kegiatan sebentar malam, hal yang sangat langka dalam hidupnya. Kak, nanti malam mauka menyanyi, kak saya mau membaca puisi, kak saya juga mau membaca puisi. Ucap mereka dengan penuh semangat

Setelah kembali ke rumah masing-masing untuk mandi dan pergi mengaji, adik-adik dengan tepat waktu kembali datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan malam. Mereka dengan semangat tinggi masing-masing kelompok menemui kakak pendamping. Tapi malam itu cuaca tak bersahabat, hujan turun dan mengharuskan kakak-kakak mengarahkan mereka untuk segera kembali kerumah masing-masing dan sebagian lagi yang jarak rumahnya dan sekolah cukup jauh diantar oleh kakak pendamping. Terakhir mereka diingatkan untuk besok pagi kembali ke sekolah karena kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan.
***

Kalau kata kartini habis gelap terbitlah terang,
kataku, habis hujan terbitlah jalan becek dan licin
Sebuah fenomena alam yang senantiasa ditemukan di dusun Tasipa.

Selamat pagi Tasipa. Terima kasih untuk tumpangannya pak dusun dan ibu dusun yang begitu ramah. Jadi, karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat, aku dan teman-teman perempuan lainnya memilih untuk beristirahat di rumah warga, sedang yang laki-laki tetap memilih tidur di tenda. Malam itu aku kesulitan untuk tidur, entah kenapa, perasaan gelisah menyerang dengan tiba-tiba. Tapi, Setelah berupaya cukup lama akhirnya tertidur juga. Aku yang mulai tertidur kemudian harus dibangunkan lagi oleh suhu dingin yang terasa hingga ketulang, dengan gerakan cepat kuambil jaketku dan memasangnya lalu kembali melanjutkan tidur.

Kalau kata kartini habis gelap terbitlah terang, kataku habis hujan terbitlah jalan becek dan licin. Sebuah fenomena alam yang senantiasa ditemukan di dusun Tasipa. Hal ini kemudian membuat para guru kesulitan untuk hadir di sekolah. Kondisi jalan yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua yang telah dimodifikasi serta dibutuhkan pula keahlian dalam mengendarainya membuat para tenaga pengajar mengurungkan niatnya untuk kesekolah, tujuannya tentu demi menjaga keselamatan. Yang bisa mereka lakukan adalah menunggu jalan mulai membaik, minimal tanahnya yang mulai mengering.

Pukul 07.00 Pagi, satu persatu adik-adik mulai berdatangan di sekolah. Kami pun mulai bergegas, menyiapkan segala perlengkapan untuk kegiatan. Sebelum berangkat ke sekolah, kami menyantap masakan ibu dusun yang sejak tadi ia hidangkan. Keramahannya membuat kami merasa nyaman. Hal yang seperti itu tidak hanya kami dapatkan di rumah pak dusun saja, tapi semua rumah yang kami lewati dan terlihat ada penghuninya dengan mudah melemparkan senyum yang ramah seraya meminta kami untuk mampir di rumahnya. Wah, sungguh suasana yang begitu luar biasa. Keramahan penduduk di sana selaras dengan etika anak-anak mereka. Rata-rata siswa mengedepankan etika di hadapan orang yang lebih dewasa, di sana aku belajar banyak pada mereka.

***

Ki Hadjar Dewantara “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah
dan jadikan setiap orang sebagai guru”.
Sekolah tak semerta merta ruang kelas berukuran 3x4 meter persegi,
tapi di mana kamu bisa mendapatkan pengathuan, maka itu adalah sekolah.

Pukul 09.00 WITA, Matahari begitu cerah, tapi suhu udara masih tetap terasa dingin. Kami memulai kegiatan PECI atau singkatan dari Petualangan Cilik. Kami menyediakan 6 Pos diantaranya, Pos 1 Seni Budaya, Pos 2 Literasi, Pos 3 Games, Pos 4 Motivasi, Pos 5 Nasionalisme, Pos 6 Evaluasi. Setiap pos memiliki pendamping. Semua adik-adik akan melewati pos-pos yang telah disediakan dan mengikuti segala rangkaian kegiatan di setiap pos yang ada.

Untuk semua kegiatan, kami memilih melakukannya di Alam bebas, dengan metode belajar sambil bermain dan mengajar untuk belajar. Alam adalah guru dengan segala hal yang dilakukan manusia, hingga membumilah kata-kata Ki Hadjar Dewantara “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru”. Sekolah tak semerta merta ruang kelas berukuran 3x4 meter persegi, tapi di mana kamu bisa mendapatkan pengathuan, maka itu adalah sekolah.

Setelah kegitan PECI selesai, kami semua kembali ke sekolah. Adik-adik kembali diminta untuk pulang kerumah masing-masing untuk melaksanakan shalat dzuhur dan mengaji. Sekedar diketahui, bahwa adik-adik yang ada di dusun Tasipa memiliki jadwal mengaji 2 kali sehari yaitu siang dan malam, maka tak heran rata-rata bacaan Al-quran mereka sangat fasih dan kebanyakan bercita-cita menjadi hafish Qur’an. Hal yang sangat sulit ditemukan di era millenials ini.

Sembari menunggu kedatangan adik-adik, kami juga menyiapkan segala perlengkapan untuk kegiatan terakhir yaitu pembagian tas dan alat tulis kepada semua siswa yang ada di SD Tasipa. sebelumnya ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada setiap donatur yang telah mempercayakan kami sebagai jembatan untuk berbagi kepada adik-adik kita yang berada di wilayah terpencil. Terima kasih untuk tetap peduli.
***

“Jangan mengambil sesuatu kecuali  gambar,
 jangan meninggalkan sesuatu kecuali tapak kaki/jejak”
dan jangan membunuh apapaun kecuali waktu”

Pukul 14.00 WITA, adik-adik kembali datang ke sekolah dengan semangat yang masih sama. kamipun langsung menyambut mereka dengan hati yang gembira. Diluar ekspektasi, aku yang mengira bahwa mereka mungkin tidak akan datang karena kelelahan sehabis mengikuti kegiatan Petualangan Cilik dan keharusan mereka untuk pergi mengaji, tapi ternyata mereka masih menampilkan senyum yang sama dan keceriaan yang memecah keheningan puncak Tasipa siang itu.

Setelah membagikan peralatan sekolah berupa tas dan alat tulis, kami mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Camp and Teaching di SD Tasipa. Selanjutnya kami melakukan baksos bersama adik-adik dengan membersihkan pekarangan sekolah dan peralatan sekolah yang telah digunakan. Masih jelas dalam ingatan kode etik pencinta alam, pesan yang selalu disampaikan kepadaku saat ingin bersiap-siap untuk meninggalkan lokasi kegiatan adalah “Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali tapak kaki/jejak, dan jangan membunuh apapun kecuali waktu”, hal itu kemudian kusampaikan lagi dan lagi kepada semua teman-teman yang ikut melakukan perjalanan.

Foto Bersama adik-adik setelah pembagian Tas dan alat tulis.

Semua telah terpacking dengan baik. Kamipun telah pamit dengan Pak Dusun serta masyarakat juga adik-adik yang ada di sana, kebanyakan dari mereka meminta kami untuk tetap tinggal, dan lainnya meminta kami untuk segera kembali lagi. Harapan kami tentu bisa memenuhi keinginan mereka,, kembali dan melakukan hal-hal bermanfaat bersama mereka. Kami hanya meminta Doa dari semuanya untuk memudahkan kemi untuk kembali berkunjung dan bisa berkumpul bersama masyarakat dan adik-adik yang ada di sana.

Terakhir, kuucapkan selamat hari lahir Raden Ayu Kartini (Jepara, 21 April 1879 – Rembang, 17 September 1904), mari merefleksi pemikiran Kartini sebagai perempuan biasa dan sebagai Pahlawan Perempuan yang dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita.

#SalamCare
#SalamLiterasi
#SalamEdukasi
#SalamLestari

2 komentar:


  1. Nikmati kemudahan Bertransaksi di situs SAHABATKARTU
    Game Judi Online Dengan 1 User id Untuk 8 GAME
    ===========================================
    - Proses Deposit & Withdraw Hanya 2 Menit
    - Minimal DP & WD Cuma Rp. 20.000
    - Dapatkan BONUS 0.5% Setiap Senin
    - 100% ADMIN + 100% FAIR PLAY
    - JACKPOT HARIAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH
    =============================================
    SAHABATKARTU Telah Support Lebih Banyak Bank Local :
    BCA || MANDIRI || BNI || BRI || DANAMON
    ============================================
    SAHABATKARTU JUGA MENGGUNAKAKN SERVER POKER V YAITU
    SERVER YANG TERBAIK SAAT INI
    BURUAN DAFTAR DAN MAINKAN SEKARANG JUGA
    DAPATKAN BONUS SETIAP MINGGUNYA !!
    ===================================
    AKSES KE LINK ALTERNATIF DI :
    - www*sahabatkartu*biz
    - www*sahabatkartu*zone
    - www*sahabatkartu*org
    =======================
    SILAKAN HUBUNGI KAMI DI :
    Livechat : www*sahabatkartu*biz
    W.A : +85581734028
    PIN BB : 2BCDBEE2

    BalasHapus
  2. KINI Telah HADIR GAME BARU Di Situs SLOTDOMINO YANG TAK KALAH SERUNYA DENGAN GAME DOMINOQQ
    DOWNLOAD PKVGAME di Smartphone anda sekarang juga !!
    - Bonus Rollingan 0,5%
    - Bonus Referal 20%
    CONTACT :
    LIVECHAT : SLOTDOMINO,com
    W.A : +6285974599065
    PIN BB : 2BE2DD7E
    PIN BB : DBFDDEFE

    BalasHapus

Sajak Patah Hati

Untuk seseorang yang benar-benar kurindukan malam ini, semoga kabarmu baik di sana. malam ini aku tak kuasa menahan malu kepada lan...