Selasa, 11 September 2018

Muharram; Bulan Pembuktian Cinta

Potret Langit Mamuju by Misba
Muharram telah tiba. Ucapan selamat atasnya bersambut meriah dari dunia nyata hingga dunia maya. Amalan dan segala jenis ibadah seperti memiliki keistimewaan sendiri di bulan ini. Di sudut malam yang dingin, Aku memilih menatap langit yang bertabur bintang dengan kilau yang seolah memberi isyarat. Yah, bukan pertanda baik apalagi pertanda buruk. Kerlap - kerlip nya seolah membawaku ke dimensi lain, kosong dan begitu asing. Sama sekali tak ada petunjuk di sana. Aku mulai ketakutan, memilih kembali namun tak tahu arah jalan pulang. Semuanya menjadi gelap, hingga cahaya terang tiba-tiba datang menghempas di wajahku dan ...... Aku telah kembali. 

Selamat datang bulan pembuktian cinta, bulan yang paling menyayat hati di antara bulan-bulan lainnya, bulan yang hanya sekedar menyebut namanyapun bulu kuduk ikut merinding dan air mata tumpah ruah membasahi pipi, bulan dengan seonggok sejarah yang juga melukai hati Nabi. 

Malam ini, Aku berakhir pada satu pertanyaan yang tak bisa kujawab. lebih tepatnya, aku kehilangan kepercayaan diri hanya untuk mengatakan Ya dan tampaknya mengatakan Tidak menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk sebuah realitas yang sebegitu menakjubkan bagi seorang manusia labil yang bercita-cita menjadi seorang pencinta dan telah menjadikan Cinta dan Perjuangan sebagai jalan hidupnya untuk mendefinisikan sebuah Nilai.

Aku di ambang keputusasaan. Fakta memilih bersikukuh untuk tetap bersebrangan dengan realitas yang ada. Lalu, adakah Cinta dan Perjuangan itu hadir dalam setiap hal yang kamu lakukan? adakah Nilai yang kamu perjuangkan benar-benar hadir dalam gerak juangmu? Oh Malam, bisakah kamu lebih lama dari biasanya? Aku seperti tersesat bahkan hanya untuk menjawab pertanyaan yang sebelumnya telah matang kuperbincangkan dengan Tuhanku.

Mamuju 11 September 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sajak Patah Hati

Untuk seseorang yang benar-benar kurindukan malam ini, semoga kabarmu baik di sana. malam ini aku tak kuasa menahan malu kepada lan...