“Tapi, bagiku satu hal yang pasti adalah,
jika hal itu telah kau namai “Perjalanan”,
maka yang harus kamu lakukan adalah berjalan
dan terus berjalan hingga kau
sampai pada tujuan”.
Pukul 05.00 Pagi, Alarm berdering dengan
begitu nyaring hingga membangunkanku dari lelapnya tidur panjang semalam. Lelap yang bersumber dari Rasa lelah yang
menyerang cukup kuat setelah kembali melakukan perjalanan. Selamat Pagi
Kamarku, Selamat Pagi Mamaku, Selamat Pagi Cintaku.
Pagi ini, sambil mendengarkan alunan lagu
milik fourtwnty, Salah satu band yang
lagunya banyak mengisi playlist di Mp3ku, kembali kurenungkan perjalanan selama
dua hari yang telah kulakukan bersama teman-teman di salah satu tempat
terpencil di kotaku. Perjalanan ini dimulai dari diskusi panjang bersama
teman-teman Komunitas Perempuan Peduli (KPP) Mamuju dan dan teman-teman darii Perhimpunan
Mahasiswa Tapalang (PERMATA), yang akhirnya kami membuat keputuskan untuk berkunjung
ke SD Tasipa yang lokasinya berada di
Dusun Tasipa, Desa Rantedoda, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju.
![]() |
| Baligho Kegiatan |
Kunjungan
Kami kali ini akan mengadakan kegiatan “Camp and Teaching” Sekaligus merayakan
Hari Kartini yang setiap tahun pada tanggal 21 April Indonesia memperingatinya.
Tujuannya sederhana, kembali menemui seonggok problematika dalam dunia pedidikan
dan mulai merawat kegiatan literasi yang menjadi langkah awal untuk kami
tawarkan di tengah keterbatasan yang ada.
SD
Tasipa’ merupakan sekolah dengan jumlah guru yang seadanya dan jumlah keseluruhan
siswanya kurang dari 25 orang. Sungguh pengalaman
yang sangat luar biasa bisa menginjakkan kaki di sana, tempat yang setiap
harinya menghadirkan anak-anak dengan beragam cita-cita dan percaya untuk
menggapainya dimulai dari ia bersekolah, juga sang guru dengan jiwa pendidik
yang membara di dalam dirinya.
![]() |
| Perjalan menuju Dusun Tasipa |
Untuk
sampai di sana bukanlah hal yang mudah tapi bukan juga sesuatu yang mustahil. Perjalanan
yang memakan waktu kurang lebih 3 jam dengan kondisi yang memprihatinkan
membuat aku dan teman-teman merasa tertantang. Menyebrangi sungai kecil,
mendaki dan menuruni jalan yang becek dan licin, merasakan terik matahari
menusuk ubun-ubun hingga sentuhan air hujan yang membahasahi seluruh tubuh. Tapi,
bagiku satu hal yang pasti adalah, jika hal itu telah kau namai “Perjalanan”,
maka yang harus kamu lakukan adalah berjalan dan terus berjalan hingga kau
sampai pada tujuan.
***
seberapun kuatnya perasaanmu,
jangan sampai mengalahkan logikamu.
-
@peyemp
Pukul
14.00 WITA, Kami telah sampai di lokasi, tepatnya Dusun Tasipa. Hujan yang
telah redah kembali turun menyambut kedatangan kami, suhu dingin dan lapar pun tak
segan menyapa, mengisyaratkan bahwa kami
harus segera berganti pakaian dan makan.
Karena hujan yang tak kunjung redah, kami mengurungkan niat untuk membangun
tenda dan memilih sekolah untuk menjadi tempat peristirahatan sementara. Aku dan
beberapa teman-teman dengan sigap menyiapkan makanan sementara teman-teman yang
lain menyiapkan segala perlengkapan selama kami di sana.
Setelah
semuanya selesai (berganti pakain, makan), sembari menunggu redahnya hujan,
kami terbagi dengan melakukan aktivitas masing-masing dan waktu itu aku memilih
kembali meneruskan bacaan yang sempat tertunda. Sore yang begitu menarik, ditemani
hujan, dikelilingi embun dan sebuah buku yang berjudul “Peyempuan”. Buku yang sengaja
menampilkan berbagai karakter perempuan dan mencoba mengungkap sisi lain dari
seorang perempuan. Ada pesan untuk kita di halaman 30, katanya, seberapun
kuatnya perasaanmu, jangan sampai mengalahkan logikamu. That’s Right !!!
***
“Kak, nanti malam mauka menyanyi,
kak saya mau membaca puisi,
kak saya juga mau membaca puisi.
Ucap mereka dengan penuh
semangat”
Pukul
17.00 WITA tenda telah terpasang. Hujan redah menyisakan bau khas bumi, embun
yang semakin pekat juga tak mau kalah dalam menampilkan keindahannya serta genangan
air yang hadir di setiap ruang kelas. Adik-adik pun mulai berdatangan, membawa
senyum keceriaan serta sebagiannya lagi masih terlihat bingung. Mungkin masih
bertanya-tanya mengapa kami berada di sekolahnya.
Setelah
berkumpul di depan sekolah, kami langsung melakukan perkenalan dan kemudian
menjelaskan maksud kedatangan kami di sana. Selanjutnya kami membagi mereka
menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok didampingi kakak-kakak. Tujuannya,
agar memudahkan kakak-kakak dalam mengenali dan melihat minat serta bakatnya
mereka yang kemudian di malam hari akan ditampilkan di hadapan semua siswa dan
kakak-kakak.
Langit
yang cerah perlahan-lahan mulai menghitam, tapi semangat adik-adik untuk
menunjukkan kreatifitasnya tak kunjung pudar. Mereka begitu antusias untuk
kegiatan sebentar malam, hal yang sangat langka dalam hidupnya. Kak, nanti
malam mauka menyanyi, kak saya mau membaca puisi, kak saya juga mau membaca
puisi. Ucap mereka dengan penuh semangat
Setelah
kembali ke rumah masing-masing untuk mandi dan pergi mengaji, adik-adik dengan
tepat waktu kembali datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan malam. Mereka dengan
semangat tinggi masing-masing kelompok menemui kakak pendamping. Tapi malam itu
cuaca tak bersahabat, hujan turun dan mengharuskan kakak-kakak mengarahkan
mereka untuk segera kembali kerumah masing-masing dan sebagian lagi yang jarak
rumahnya dan sekolah cukup jauh diantar oleh kakak pendamping. Terakhir mereka
diingatkan untuk besok pagi kembali ke sekolah karena kegiatan selanjutnya akan
dilaksanakan.
***
Kalau kata kartini habis gelap terbitlah terang,
kataku, habis hujan terbitlah jalan becek dan licin
Sebuah fenomena alam yang senantiasa ditemukan di dusun Tasipa.
Selamat
pagi Tasipa. Terima kasih untuk tumpangannya pak dusun dan ibu dusun yang begitu
ramah. Jadi, karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat, aku dan teman-teman
perempuan lainnya memilih untuk beristirahat di rumah warga, sedang yang
laki-laki tetap memilih tidur di tenda. Malam itu aku kesulitan untuk tidur,
entah kenapa, perasaan gelisah menyerang dengan tiba-tiba. Tapi, Setelah berupaya
cukup lama akhirnya tertidur juga. Aku yang mulai tertidur kemudian harus
dibangunkan lagi oleh suhu dingin yang terasa hingga ketulang, dengan gerakan
cepat kuambil jaketku dan memasangnya lalu kembali melanjutkan tidur.
Kalau
kata kartini habis gelap terbitlah terang, kataku habis hujan terbitlah jalan
becek dan licin. Sebuah fenomena alam yang senantiasa ditemukan di dusun Tasipa.
Hal ini kemudian membuat para guru kesulitan untuk hadir di sekolah. Kondisi jalan
yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua yang telah dimodifikasi serta
dibutuhkan pula keahlian dalam mengendarainya membuat para tenaga pengajar
mengurungkan niatnya untuk kesekolah, tujuannya tentu demi menjaga keselamatan.
Yang bisa mereka lakukan adalah menunggu jalan mulai membaik, minimal tanahnya yang
mulai mengering.
Pukul
07.00 Pagi, satu persatu adik-adik mulai berdatangan di sekolah. Kami pun mulai
bergegas, menyiapkan segala perlengkapan untuk kegiatan. Sebelum berangkat ke sekolah,
kami menyantap masakan ibu dusun yang sejak tadi ia hidangkan. Keramahannya membuat
kami merasa nyaman. Hal yang seperti itu tidak hanya kami dapatkan di rumah pak
dusun saja, tapi semua rumah yang kami lewati dan terlihat ada penghuninya
dengan mudah melemparkan senyum yang ramah seraya meminta kami untuk mampir di
rumahnya. Wah, sungguh suasana yang begitu luar biasa. Keramahan penduduk di
sana selaras dengan etika anak-anak mereka. Rata-rata siswa mengedepankan etika
di hadapan orang yang lebih dewasa, di sana aku belajar banyak pada mereka.
***
Ki Hadjar Dewantara “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah
dan jadikan setiap orang sebagai guru”.
Sekolah tak semerta merta ruang kelas berukuran 3x4 meter persegi,
tapi di mana kamu bisa mendapatkan pengathuan, maka itu adalah sekolah.
Pukul
09.00 WITA, Matahari begitu cerah, tapi suhu udara masih tetap terasa dingin. Kami
memulai kegiatan PECI atau singkatan dari Petualangan Cilik. Kami menyediakan 6
Pos diantaranya, Pos 1 Seni Budaya, Pos 2 Literasi, Pos 3 Games, Pos 4 Motivasi,
Pos 5 Nasionalisme, Pos 6 Evaluasi. Setiap pos memiliki pendamping. Semua adik-adik
akan melewati pos-pos yang telah disediakan dan mengikuti segala rangkaian
kegiatan di setiap pos yang ada.
Untuk
semua kegiatan, kami memilih melakukannya di Alam bebas, dengan metode belajar
sambil bermain dan mengajar untuk belajar. Alam adalah guru dengan segala hal
yang dilakukan manusia, hingga membumilah kata-kata Ki Hadjar Dewantara “Jadikan
setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru”. Sekolah tak
semerta merta ruang kelas berukuran 3x4 meter persegi, tapi di mana kamu bisa
mendapatkan pengathuan, maka itu adalah sekolah.
Setelah
kegitan PECI selesai, kami semua kembali ke sekolah. Adik-adik kembali diminta
untuk pulang kerumah masing-masing untuk melaksanakan shalat dzuhur dan
mengaji. Sekedar diketahui, bahwa adik-adik yang ada di dusun Tasipa memiliki
jadwal mengaji 2 kali sehari yaitu siang dan malam, maka tak heran rata-rata
bacaan Al-quran mereka sangat fasih dan kebanyakan bercita-cita menjadi hafish
Qur’an. Hal yang sangat sulit ditemukan di era millenials ini.
Sembari
menunggu kedatangan adik-adik, kami juga menyiapkan segala perlengkapan untuk kegiatan terakhir yaitu pembagian tas dan alat
tulis kepada semua siswa yang ada di SD Tasipa. sebelumnya ucapan terima kasih
yang tak terhingga kepada setiap donatur yang telah mempercayakan kami sebagai
jembatan untuk berbagi kepada adik-adik kita yang berada di wilayah terpencil. Terima
kasih untuk tetap peduli.
***
“Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar,
jangan meninggalkan sesuatu
kecuali tapak kaki/jejak”
dan jangan membunuh apapaun kecuali waktu”
Pukul
14.00 WITA, adik-adik kembali datang ke sekolah dengan semangat yang masih sama.
kamipun langsung menyambut mereka dengan hati yang gembira. Diluar ekspektasi,
aku yang mengira bahwa mereka mungkin tidak akan datang karena kelelahan
sehabis mengikuti kegiatan Petualangan Cilik dan keharusan mereka untuk pergi
mengaji, tapi ternyata mereka masih menampilkan senyum yang sama dan keceriaan
yang memecah keheningan puncak Tasipa siang itu.
Setelah
membagikan peralatan sekolah berupa tas dan alat tulis, kami mengakhiri seluruh
rangkaian kegiatan Camp and Teaching di SD Tasipa. Selanjutnya kami melakukan
baksos bersama adik-adik dengan membersihkan pekarangan sekolah dan peralatan
sekolah yang telah digunakan. Masih jelas dalam ingatan kode etik pencinta alam,
pesan yang selalu disampaikan kepadaku saat ingin bersiap-siap untuk meninggalkan
lokasi kegiatan adalah “Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar, jangan
meninggalkan apapun kecuali tapak kaki/jejak, dan jangan membunuh apapun
kecuali waktu”, hal itu kemudian kusampaikan lagi dan lagi kepada semua
teman-teman yang ikut melakukan perjalanan.
Semua telah terpacking dengan baik. Kamipun telah pamit dengan Pak Dusun serta masyarakat juga adik-adik yang ada di sana, kebanyakan dari mereka meminta kami untuk tetap tinggal, dan lainnya meminta kami untuk segera kembali lagi. Harapan kami tentu bisa memenuhi keinginan mereka,, kembali dan melakukan hal-hal bermanfaat bersama mereka. Kami hanya meminta Doa dari semuanya untuk memudahkan kemi untuk kembali berkunjung dan bisa berkumpul bersama masyarakat dan adik-adik yang ada di sana.
![]() |
| Foto Bersama adik-adik setelah pembagian Tas dan alat tulis. |
Semua telah terpacking dengan baik. Kamipun telah pamit dengan Pak Dusun serta masyarakat juga adik-adik yang ada di sana, kebanyakan dari mereka meminta kami untuk tetap tinggal, dan lainnya meminta kami untuk segera kembali lagi. Harapan kami tentu bisa memenuhi keinginan mereka,, kembali dan melakukan hal-hal bermanfaat bersama mereka. Kami hanya meminta Doa dari semuanya untuk memudahkan kemi untuk kembali berkunjung dan bisa berkumpul bersama masyarakat dan adik-adik yang ada di sana.
Terakhir, kuucapkan selamat hari lahir Raden
Ayu Kartini (Jepara, 21 April 1879 – Rembang, 17 September 1904), mari merefleksi
pemikiran Kartini sebagai perempuan biasa dan sebagai Pahlawan Perempuan yang
dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita.
#SalamCare
#SalamLiterasi
#SalamEdukasi
#SalamLestari



BalasHapusNikmati kemudahan Bertransaksi di situs SAHABATKARTU
Game Judi Online Dengan 1 User id Untuk 8 GAME
===========================================
- Proses Deposit & Withdraw Hanya 2 Menit
- Minimal DP & WD Cuma Rp. 20.000
- Dapatkan BONUS 0.5% Setiap Senin
- 100% ADMIN + 100% FAIR PLAY
- JACKPOT HARIAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH
=============================================
SAHABATKARTU Telah Support Lebih Banyak Bank Local :
BCA || MANDIRI || BNI || BRI || DANAMON
============================================
SAHABATKARTU JUGA MENGGUNAKAKN SERVER POKER V YAITU
SERVER YANG TERBAIK SAAT INI
BURUAN DAFTAR DAN MAINKAN SEKARANG JUGA
DAPATKAN BONUS SETIAP MINGGUNYA !!
===================================
AKSES KE LINK ALTERNATIF DI :
- www*sahabatkartu*biz
- www*sahabatkartu*zone
- www*sahabatkartu*org
=======================
SILAKAN HUBUNGI KAMI DI :
Livechat : www*sahabatkartu*biz
W.A : +85581734028
PIN BB : 2BCDBEE2
KINI Telah HADIR GAME BARU Di Situs SLOTDOMINO YANG TAK KALAH SERUNYA DENGAN GAME DOMINOQQ
BalasHapusDOWNLOAD PKVGAME di Smartphone anda sekarang juga !!
- Bonus Rollingan 0,5%
- Bonus Referal 20%
CONTACT :
LIVECHAT : SLOTDOMINO,com
W.A : +6285974599065
PIN BB : 2BE2DD7E
PIN BB : DBFDDEFE