Kamis, 19 April 2018

Sebab Aku Adalah Bidadari; Introduksi Tafsir Teosofis Atas Perempuan




CANTIK. Siapa yang tidak ingin disandingkan dengan adjektif tersebut. Sebuah kata pendek, tapi melahirkan varian makna, aksentuasi bahkan terkadang reaksi imajinatif psikologis.

Artikel ini sengaja penulis susun sebagai kajian Introduksi atas tafsir teosofis atas perempuan. Sebuah analisis sebagai upaya menengok lebih dalam tentang pandangan Islam terkait vogue kecantikan perempuan.

Dalam Islam, pengertian cantik hakiki dan ideal adalah kecantikan yang bersumber pada dimensi ilahiah. Bagi perempuan sejati, keinginan untuk menjadi cantik bak bidadari syurga merupakan dambaan paling indah. Menjadi bidadari seperti gambaran ideal perempuan dalam naskah-naskah Ilahiah. Islam memandang puncak kecantikan wanita berbanding lurus dengan tingkat ketundukan dan kepasrahannya pada Allah SWT; "Adalah hari yang mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.” (QS. Asy-Syuara: 88 – 89)

Rasulullah Shalallahu alaihi Wa Salam bersabda: “Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati. (HR Muttafaq alaih)

Mari kita garis bawahi Hadits Rasulullah SAW diatas "HATI", ternyata semua sumber penampakan lahiriah itu sangat tergantung dari hati. Hati memainkan peran esensial. Peran hati seumpama seorang Komando yang mengatur dan mengontrol anggota badan yang lain ,semua tunduk kepadanya. Hati menjadi radar motivator yang menggerakkan fungsi akal, emosi dan gerak dan semua terkoordinasi dan terintegrasi dengan cantik sekali, yang menghasilkan dan mencerminkan pribadi perempuan yang unggul dan menawan. Sungguh betapa indah akhlaknya, jika ia seorang ibu, tangan-tangannya begitu lembut dan terasa kehangatan dalam mendidik anak-anaknya dalam menapaki kehidupan yang benar dan islami. Kasih sayang kecintaanya juga begitu menggebu dihadapan suaminya sehinggakan ia merupakan sosok yang selalu dirindu dan diingati. Akhlak yang terpuji menjadi kebanggaan kedua orang tuanya serta semangat untuk melakukan perubahan menjadi agenda utama dirinya baik perubahan diri, sosial dan keluarga. Maka bila kini kita telah tersadar utuk mempercantik diri secara lahiriyah, mempercantiknya dengan busana dan polesan kulit yg sesuai aturan Allah, maka mari kita sadarkan diri kita untuk mempercantik batiniyah kita dengan sabar, tawakal, lebih dekat dengan Allah SWT.

Jika itu diaktualkan, maka dengan sendirinya akan lahirlah amalan yg akan menampakkan kecantikan dari dalam (inner beauty) amalan yg juga di ridhoi Allah SWT. Hal-hal di atas, akan menciptakan pergerakan dinamis dari titik potensial menuju aktual dalam lima varian:

1. Pancaran ketenangan dan keceriaan
Pancaran keceriaan dan ketenangan merupakan pancaran suasana hati. Ketenangan, keceriaan, dapat dirasakan oleh setiap orang yang hidup hatinya. Sebab cahaya dan kegelapan, kebaikan dan kejahatan di dalam hati ini seringkali terbias pada wajah dan mata. Kedua anggota tubuh ini (wajah dan mata) banyak sekali terkait dengan aktifitas hati Perhatikan Firman ALlah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda tandanya (Muhammad:30). Di ayat lain menyebutkan, “Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka.” (Al-Fath:29).

Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rizki dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangkan rizki dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.” (Tafsir Ibnu Katsir (IV/204)).

2. Hikmah dan bijaksana
Hatinya selalu menimbang dengan timbangan akhirat sehingga segala urusan dunia yang bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya akan mudah ia singkirkan dan tinggalkan. Jiwanya dipenuhi dengan kepercayaan yang tinggi bahwa segala sesuatu yang tercipta dan tertaqdir untuk dirinya pasti mengandungi pesan pesan Allah, yang pesan pesan tersebut merupakan kunci bagi dirinya tuk dapat membuka pitu akhirat kelak. Banyak peristiwa yang mungkin menyedihkan,menyesakkan dan menakutkan tapi dilalui itu semua dengan ketenangan hati.

3. Keyakinan
Optimis atau keyakinan seorang muslimah merupakan product unggul pribadi yang Ihsan yaitu kepribadian yang didasarkan pada keyakinan bahwa dirinya adalah "messenger" di bumi ini sehingga selalu berusaha untuk membuat kebaikan yang optimal bagi dirinnya, keluarga dan lingkungannya atas kemampuan yang Allah anugerahkan. Perempuan berkepribadian cantik paham betul bahwa, bukan pada makhluk ia harus bertanggung jawab tapi pada Rabb semesta alam sehinggakan semua aktifitas tersentral pada kacamata Allah SWT.

4. Empati
Bersikap Empati lahir dari hati yang lembut yang memahami bahwa kehidupan dirinya di dunia ini bukan diatas keinginan dan kesenangan pribadi. Akan tetapi atas kesadaran bahwa setiap pribadi ihsan dalam pandangan Islam dituntut untuk saling tolong menolong, bersikap toleransi, pengorbanan yang semua ini merupakan warna kehidupan yang sebenarnya diantara seorang muslim dengan muslim lainnya (ukhuwah) dan atau antara muslim dan golongan diluar muslim.

5. Aktif dan produktif
Keaktifan dan produktifitas seorang muslimah terlihat pada kepekaan dan tanggung jawabnya pada diri,keluarga dan lingkungan. Hal ini teraplikasi dengan amal amal sholih yang baik dan terancang rapi. Perempuan sejati nan menawan adalah ia yang selalu mengagendakan semua aktifitasnya dalam mencari Ridha Allah SWT, sehingga rutinitas kesehariannya akan membawa mamfaat bagi dirinya berupa pahala yang Allah janjikan dan juga sekitarnya .

‘‘Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu baik laki-laki maupun perempuan” (QS Al Imran : 195). ”Dan barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (QS An nahl : 97)

6. Cerdas dan kreatif
Kecerdasan muslimah akan terus tumbuh dengan proses perjalanan hidup yang dilaluinya terutama ketika proses tsb diiringi dengan proses belajar yang menjadi bagian wajib bagi dirinya Dengan daya kreatifitas ini maka akan lahir keterampilan keterampilan unggulan seperti: Ketermpilan komunikasi (personal komunikasi dan itra personal komunikasi), keterampilan memecahkan masalah, keterampilan memanage emosi serta keterampilan aktualisasi diri.

Wawasan eksistensial Islam mendorong perempuan untuk memahami semua keistimewaan innershipnya. Islam menegaskan perempuan sebagai mahluk yang potensial di balik kelembutannya. Pertanyaannya adalah, siapkah kitasebagai perempuan menjadi bidadari?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sajak Patah Hati

Untuk seseorang yang benar-benar kurindukan malam ini, semoga kabarmu baik di sana. malam ini aku tak kuasa menahan malu kepada lan...