Kamis, 19 April 2018

Ternyata Bukan Rindu Yang Berat, Tapi Baper


Temanku pernah bilang gini, kamu percaya nggak kalau RINDU itu berat?, dengan spontan aku menjawab yah, aku percaya. Trus ia ngasih pertanyaan lagi, kamu tahu nggak apa yang lebih berat dari RINDU?, Hmmmm, apayah? Gak tahu, memangnya apa?, dengan wajah sumringah dan sedikit tersenyum, ia menjawab BAPER. Lalu kami tertawa bersama.........


Baper adalah istilah yang sering digunakan anak jaman now. Di era millenial seperti sekarang ini, berbagai  istilah yang menunjukkan modernitas suatu kaum sangat mudah ditemukan. Dari yang biasa saja, hingga sesuatu yang  sampai pada puncak ketenaran alias viral. Nah, salah satunya adalah BAPER, satu kata yang lagi trend digunakan untuk menjelaskan seseorang yang suka terbawa perasaan sesaat setelah mengalami suatu kejadian. Misalnya, seorang cewek punya teman cowok yang senang memberi perhatian, si cewek tiba-tiba dengan sepihak menjudge bahwa cowok itu suka sama dia, sedangkan pada kenyataanya, si cowok itu hanya biasa saja dan melakukan itu kepada semua temannya. Eitsss,, semoga yang lagi baca tulisan ini tidak pernah mengalaminya. Kalaupun sudah terlanjur mengalami, semoga bisa segera menyadari dan move on. Sebab, rasa yang tak terbalaskan itu sedikit malunya banyak ngenesnya. hahahaha

Terserang  “Baper” atau mengalami efek dari bapernya teman memang sedikit sial. Sialnya di mana? Ketika kita tidak mampu menyikapinya dengan baik. Memuncaknya amarah dan ego dalam diri dan menjadikan semuanya berubah 360˚. Lalu apa? Hubungan yang awalnya sangat baik menjadi renggang, sapaan yang senantiasa ramah berubah menjadi arogan, dan putusnya komunisasi antara satu sama lain adalah konsekuensi yang harus diterima. Ini tentu bukanlah hal yang baik dan kita inginkan dalam berteman. Jadi solusinya gimana?
  • Mengenal Diri
Dengan mengenal diri, kamu akan lebih tahu hal-hal yang memang cocok denganmu, dan tidak akan mudah terpengaruh oleh sesuatu yang sifatnya hanya sementara. Misalnya, hanya karena dia sering memberi perhatian, akhirnya kamu malah terbawa perasaan, padahal kamu punya kriteria mengenai pasangan yang tidak ia miliki.
  • Pelajari Dia
Sangat penting untuk mengetahui dengan siapa kita berteman. Karakteristik teman kita seperti apa dan bagaimana ia memperlakukan teman-temannya. Jangan sampai kamu malu sendiri akibat prasangkamu yang tidak berdasar. Misalnya, tiba-tiba menganggap dia menyukaimu hanya karena ia seringkali mengingatkanmu untuk makan dengan teratur, jangan begadang dan segudang perhatian lainnya.
  • Mendahulukan Rasionalitas di atas Prasangka.
And the last but not least, kamu perlu dan wajib menggunakan akal untuk menilai suatu kejadian, bukan dengan prasangka. Sebab, akal akan menghantakanmu pada penilaian secara objektif sedangkan prasangka hanya akan membawamu pada kesimpulan yang sifatnya subjektif.

Mungkin bagi Dilan, Rindu itu berat, tapi ternyata itu sepenuhnya tidaklah benar. Rindu sudah pasti subjeknya jelas. Jika kamu sedang rindu, temui saja dia. Dan jika terhalang jarak yang memungkinkan untuk tak bisa bertemu, yah, telepon saja dia. Kecanggihan alat komunikasi membuat segalanya jadi mudah. Dan teman ku juga pernah bilang, kalau rindu doakan saja yang terbaik untuknya, insya Allah segala kebaikan akan mendatanginya dan yang telah mendoakannya (NB: ini berlaku buat orang-orang yang percaya kekuatan Doa). Lalu apanya yang berat?

Nah yang berat itu baper alias Bawa Perasaan. Kamu akan mendapati dirimu yang senantiasa menerka-nerka; dia pasti suka makanya perhatian, dia beneran suka nggak yah?, dia merasakan apa yang aku rasakan gak yah?, dan dia dia dia lainnya. Disampaikan takutnya salah kaprah dan malu maluin, belum lagi komunikasi yang flexibel terancam kaku. Tidak disampaiakn takutnya malah keasyikan sendiri dan berakhir dengan ketidakjelasan. Berat kan? Heheeh

Jadi, jangan mudah baper yah, nikmati alur pertemananmu, Jika dia jodohmu, dia gak bakal pergi kemana-mana kok. enjoy the moment!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sajak Patah Hati

Untuk seseorang yang benar-benar kurindukan malam ini, semoga kabarmu baik di sana. malam ini aku tak kuasa menahan malu kepada lan...