Kamis, 17 Mei 2018

Ayo Menjadi Agen Toleransi



Indonesia dikenal dengan keragamannya. Mulai dari suku, agama, bahasa, ras, budaya, dan adat istiadat. Stigma tentang Perbedaan atas keyakinan terhadap sesuatu menjadi sebuah keniscayaan yang mudah kita temui di masyarakat. Menyikapi itu, tentu penguatan sikap toleransi sangat dibutuhkan dan semestinya menjadi kebutuhan utama bagi kita yang tinggal di negara yang sejak awal tegaknya hingga mencapai kemerdekaannya selalu dipelopori oleh persatuan umat beragama yang berbeda-beda.

Menjelang Ramadhan 2018, Indonesia dihadiahi aksi-aksi teror di beberapa titik, dari Mako Brimob dan beberapa gereja di Surabaya, lanjut di Sidoarjo dan kabarnya Polda Riau pun menjadi titik penyerangan oleh terduga teroris. Kejadian ini memicu banyaknya reaksi dari masyarakat. Anjuran pengecaman atas aksi teror yang telah merenggut banyak nyawa dan menyisakan trauma ini banyak ditemukan di wall sosial media para netizen. Penggiringan opini bahwa pelaku teror adalah penganut agama islam hingga amarah atas tertuduhnya jilbab/cadar sebagai seragam teroris menjadi wacana yang senantiasa bermunculan sebagai jawaban “apa yang anda pikirkan sekarang”.

Terorisme berasal dari kata Teror. Teror dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai usaha untuk menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan tertentu. Terorisme adalah aksi menggiring masyarakat meninggalkan bahkan membenci agama. Terorisme harus diluaskan maknanya mencakup ujaran kebencian via lisan, tulisan, mimbar dan aksi jalanan, tulis Muhsin Labib di dinding Facebooknya. Beliau juga menjelaskan bahwa sejatinya Terorisme bersumber dari ekstremisme. Ekstremisme bersumber dari Intoleransi. Intoleransi bersumber dari benci. Benci bersumber dari takut. Takut bersumber dari rasa terancam. Rasa terancam bersumber dari pengerdilan diri.

Mengecam lalu apa? Jika tak berbuat apa-apa, tentu kata yang cocok untuk itu adalah kecaman kosong. Mengecam tanpa melakukan aksi nyata untuk melawan para teroris yang senantiasa menebar virus intoleransi sama saja dengan membenci namun di lain sisi mencintai. Sejatinya kecaman adalah penolakan terhadap sesuatu yang dinilai tidak benar dengan penggunaan logika yang dimulai sejak dalam fikiran dan pada setiap aktivitas yang kita lakukan. Aktivitas yang seperti apa? Yang dimulai dari diri sendiri; penguatan paham Toleransi.

Mengapa harus Toleransi? Karena toleransi sejatinya mengantarkan kita pada upaya untuk membuka diri dan menerima segala perbedaan yang ada. Lalu apakah kita sudah bertoleransi? Tentu jawabannya bervariatif, ada yang sudah dengan tapi, pun yang telah menyelesaikan dirinya tanpa tapi. Dalam menjawab pertanyaan ini, tentu harus dimulai dengan introspeksi diri dan kembali merefleksi segala aktivitas yang telah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, bagaimana anda memandang seseorang yang berbeda keyakinan atau bagaiman reaksi anda ketika berjumpa dengan kaum difabel?

Menanamkan sikap Toleran dalam diri adalah langkah awal untuk memerangi segala bentuk radikalisme yang berujung menjadi terorisme. Menjadi agen toleransi adalah sebuah gerakan nyata yang bisa kita lakukan di tengah arus propaganda takfirisme yang berseliweran baik di dunia maya maupun di lingkungan sekitar kita.

Kita bisa memulai dengan menyaring segala bentuk informasi yang sifatnya mendiskreditkan suatu golongan dan atau senantiasa menyebarkan pesan-pesan toleransi di semua tempat dan kalangan. Tujuannya apa? Tentu agar ujaran kebencian tidak dengan mudah meluas dan menjangkiti generasi anak bangsa, agar intoleransi yang sudah semakin menguat mulai meredah dan perlahan akan hilang.

Ayo menjadi agen toleransi.
Bertoleransi sejak dalam pikiran.
Salam damai, salam cinta, salam toleransi.



#catatanperempuan

1 komentar:

  1. Agen Domino99 Online Terbesar Di Indonesia
    ayukk !! Daftarkan Dirimu di SLOTDOMINO sekarang juga !!
    LIVECHAT : SLOTDOMINO*com
    W.A : +6285974599065
    PIN BB : 2BE2DD7E
    PIN BB : DBFDDEFE

    BalasHapus

Sajak Patah Hati

Untuk seseorang yang benar-benar kurindukan malam ini, semoga kabarmu baik di sana. malam ini aku tak kuasa menahan malu kepada lan...