Jumat, 15 Desember 2017

Ketika Air Mata Enggan Menetes


Berselang beberapa hari, air mataku tak kunjung menetes. Padahal aku menantinya untuk mengekspresikan perasaanku saat ini. Jika mengikuti alurnya, mungkin aku ibarat manusia yang telah kehilangan separuh jiwanya sejak kau mengatakan untuk pergi. Tapi, aku tidak merasakan itu. Aku berada pada posisi seimbang, aku tidaklah bersedih mendengarmu mengatakan itu dan juga tidak bahagia saat kita akan berakhir dengan tragis.

Banyak orang yang bilang, bahwa engkau akan lebih mengerti dirimu saat engkau telah melewati serangkaian kisah dalam kehidupanmu. Kau akan tahu letak hatimu, seberapa besar cintamu dan yakinkah dirimu untuk memilihnya. Itulah sebabnya, jangan pernah menghindar. Hadapi dan temui.

Aku tidak membenarkan, juga tak menyalahkan pendapat itu. Aku adalah aku yang punya aturan dan penilaian sendiri terhadap apa yang terjadi dalam hidupku. Tentang keluarga, sahabat, asmara dan segala yang pernah bersamaku memainkan peran didunia ini. Bagiku, segala yang terjadi adalah akibat dari sebab-sebab yang telah kupenuhi. Dan menurutku begitulah hidup.

Malam itu adalah malam keramat bagiku, malam yang tak pernah sama skali terpikirkan untuk terjadi, apalagi dalam hidupku. Dan sialnya, kita ditakdirkan untuk menjadi pemerannya. Tentang kita? Yang masih melekat dalam ingatanku hanyalah sepasang manusia bodoh yang saling menginginkan namun tak saling mengusahakan. Yang mencinta namun tak segan untuk menyakiti. Miris !!!

Dari ujung telpon dengan suara tegas kau menanyakan kabarku. Aku seperti biasa, menjawab dengan penuh tanya dalam hati. Kau tak seperti biasanya. pasti ada hal yang ingin kau sampaikan. Dan benar, malam itu kau meminta izin untuk meninggalkanku. Perdebatanpun dimulai. Kau mencegahku untuk menangis, karena itu menjadi hal yangg paling tidak kau sukai, kau mengingatkan untuk mencari penggantimu.

Aku menjawab dengan tegas, aku tidak menangis dan tak akan menangis, aku tak akan marah dan tak akan membenci, pergilah jika itu inginmu. Tapi ingat, aku mungkin akan sulit melupakan kejadian malam ini. Ini bukanlah sesuatu yang memudahkanmu untuk kembali. Pergilah dengan tanpa meninggalkan rasa bersalah. Sebab mungkin inilah yang terbaik untuk kita. Selama ini Kita senantiasa menemui kesulitan-kesulitan untuk menyatukan rasa, kita senantiasa diliputi rasa ketidakpercayaan satu sama lain, kau yang tidak pernah jelas akan keseriusanmu dan aku yang tidak pernah jelas akan perasaanku. Hubungan macam apa ini? Pergilah dan temukan bahagiamu.

Aku seketika lupa bagaimana caranya menangis, bagaimana caranya marah dan bagaimana caranya membenci. Aku dengan ketegaran yang maksimal hanya mampu menanyakan apa alasanmu meninggalkanku dan menerimanya lalu menutup telpon. Aneh bukan?

Setelah itu aku terdiam tanpa merasakan apa-apa. Tidak sedih apalagi bahagia. Mungkin inilah yang disebut dengan hampa. Akhirnya kehampaan telah mencederai malamku. Malam itu kau hadir sebagai pembohong yang kaku. Malam itu kau seolah tegar untuk mengatakan hal yang tak semestinya kamu katakan. Mengingatkanku untuk tak meneteskan air mata sedang kutahu disana kau melakukannya, mengingatkanku untuk mencari penggantimu sedang kutahu kau tak pernah mengingnkan itu. Lalu kenapa? Jika jawabannya masih tentang ketakutanmu yang tak ingin mengajakku dalam kehidupan yang kau definisikan dengan segala kesusahan, maka aku takkan menangis untukmu. Aku akan berhenti untuk menanti. Aku juga akan benar-benar meninggalkanmu. Kupikir tentang itu kita telah selesai, nyatanya tidak. Dan baiklah, sesuai keinginanmu. Semoga kita berbahagia dengan pengganti masing-masing.

                                             ***

Suatu waktu aku ingin mencoba mengembalikan perasaan itu. Aku ingin menghadirkanmu dalam setiap mimpi-mimpiku. Melibatkanmu dalam setiap keputusan yang ingin kuambil. Tapi tak kutemui lagi dirimu, tak kutemui lagi masa depan yang bahagia bersamamu, bahkan parahnya, aku seperti lupa bagaimana dirimu. Kau benar-benar hilang dari hidupku. Kau yang dulu harapan telah menjadi ratapan di pandanganku. Kau berhasil membuatku melupakanmu tanpa rasa sakit sedikitpun. Mungkin ini jugalah yang menjadi alasan air mataku enggan menetes. Aku menemukannya beku saat mengingatmu.

Tapi aku merindukan sesuatu yang sampai kapanpun akan kukenang meski pada akhirnya ia akan masuk dalam kategori kenangan terburuk. Tentang Kepercayaan. Benar aku merindukannya. Aku tak lagi menemukan sosoknya ketika mengingatmu, ia meninggalkanmu bertepatan kau menilih untuk meninggalkanku. Aku mencarinya, Kepercayaan yang telah kuberikan yang kemudian kau salah gunakan. Lagi dan lagi aku tak menemukannya. Tapi sama seperti kataku dulu, aku tak akan pernah menyalahkanmu, aku tak akan pernah menyalahkan keadaan dan apalagi menyalahkan diriku sendiri.

Aku menganggap ini adalah sebuah peristiwa yang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa. Sebuah kisah yang akan membuat kita menjadi lebih kuat, lagi dan lagi. Sebuah kejadian yang nantinya akan kita ceritakan kepada anak cucu kita. Sebuah cerita yang akan kita kenang sebagai manusia yang pernah hidup dan menjalani kehidupan.

Akhirnya legah, aku merasa bahagia. Kita telah menemukan jawaban atas permasalahan yang telah mengutak atik kehidupan kita. Atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghampiri kita. Atas semua kisah indah yang berakhir dengan tanpa keindahan sedikitpun. Atas semua sakit yang pernah terobati oleh rasa yang kita namai sebagai cinta. Tenanglah, sebab aku akan mengenangmu sebagai salah satu orang baik dalam hidupku. Kuucapkan maaf atas segala khilafku, maaf atas kurangnya aku dalam mengertimu, maaf atas tak bisanya aku jadi pendampingmu dan terima kasih telah hadir dalam hidupku. Berbahagialah.

--perempuanmencatat--9

1 komentar:

  1. Sudahkah anda DAFTAR Di Sahabatkartu ??
    kabar gembira untuk anda para penggemar game online
    Main game online di Sahabatkartu dengan deposit 20 ribu bisa Withdraw jutaan rupiah setiap hari
    akses link : www*sahabatkartu*biz
    W.A : +85581734028
    PIN BB : 2BCDBEE2

    BalasHapus

Sajak Patah Hati

Untuk seseorang yang benar-benar kurindukan malam ini, semoga kabarmu baik di sana. malam ini aku tak kuasa menahan malu kepada lan...